What's New Here?

Dapunta hyang sri jayanasa  pembuka Pintu gerbang islam di nusantara


Dari Rajadiraja... yang adalah keturunan seribu raja .kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya ".

“ Saya telah mengirim Anda hadiah batu mulia amoer, wewangian, kamper. Terimalah, dan jadikan aku sebagai saudara dalam Islam ”

Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah maharaja Sriwijaya ( berpusat di palembang ) pertama yang dianggap sebagai pendiri Kadatuan Sriwijaya. Namanya disebut dalam beberapa prasasti awal Sriwijaya dari akhir abad VII yang disebut sebagai "prasasti-prasasti Siddhayatra", karena menceritakan perjalanan sucinya mengalap berkah dan menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya. Ia berkuasa sekitar perempat terakhir abad VII hingga awal abad VIII, tepatnya antara kurun 671 masehi hingga 702 masehi.

Sudah berkali-kali Dapunta Hyang Sri Jayanasa menyatakan rasa tertariknya dengan dunia Islam serta mengirimkan surat beberapa kali namun mungkin karena belum kehendak Allah Swt atas keinginan Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk mengenal ajaran islam. disamping itu karena terjadinya kekisruhan politik yang ada akhirnya surat tersebut bertepuk sebelah tangan. Surat tersebut tak berbalas 
Tahun 625M , sebuah dokumen kuno asal Tiongkok menyebutkan, bahwa di pesisir pantai Sumatera, yang berada di dalam naungan Kerajaan Sriwijaya, telah berdiri sebuah perkampungan Arab.

Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, sementara dari Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa.

Diperkirakan pada sekitar tahun 500, akar cikal bakal Kerajaan Sriwijaya sudah mulai berkembang di sekitar wilayah Bukit Siguntang.



Dan masa ke-emasan Sriwijaya, sebagai negara maritim terbesar di Asia Tenggara, terjadi pada abad ke-9 M. Pada masa itu, Sriwijaya telah menguasai di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

Untuk Informasi serta medapatkan artikel menarik lainnya, silahkan kunjungi DISINI

Dapunta Hyang Sri Jayanasa - Maharaja Sriwijaya

Dapunta hyang sri jayanasa  pembuka Pintu gerbang islam di nusantara


Dari Rajadiraja... yang adalah keturunan seribu raja .kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya ".

“ Saya telah mengirim Anda hadiah batu mulia amoer, wewangian, kamper. Terimalah, dan jadikan aku sebagai saudara dalam Islam ”

Dapunta Hyang Sri Jayanasa adalah maharaja Sriwijaya ( berpusat di palembang ) pertama yang dianggap sebagai pendiri Kadatuan Sriwijaya. Namanya disebut dalam beberapa prasasti awal Sriwijaya dari akhir abad VII yang disebut sebagai "prasasti-prasasti Siddhayatra", karena menceritakan perjalanan sucinya mengalap berkah dan menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya. Ia berkuasa sekitar perempat terakhir abad VII hingga awal abad VIII, tepatnya antara kurun 671 masehi hingga 702 masehi.

Sudah berkali-kali Dapunta Hyang Sri Jayanasa menyatakan rasa tertariknya dengan dunia Islam serta mengirimkan surat beberapa kali namun mungkin karena belum kehendak Allah Swt atas keinginan Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk mengenal ajaran islam. disamping itu karena terjadinya kekisruhan politik yang ada akhirnya surat tersebut bertepuk sebelah tangan. Surat tersebut tak berbalas 
Tahun 625M , sebuah dokumen kuno asal Tiongkok menyebutkan, bahwa di pesisir pantai Sumatera, yang berada di dalam naungan Kerajaan Sriwijaya, telah berdiri sebuah perkampungan Arab.

Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing, sementara dari Prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Jayanasa.

Diperkirakan pada sekitar tahun 500, akar cikal bakal Kerajaan Sriwijaya sudah mulai berkembang di sekitar wilayah Bukit Siguntang.



Dan masa ke-emasan Sriwijaya, sebagai negara maritim terbesar di Asia Tenggara, terjadi pada abad ke-9 M. Pada masa itu, Sriwijaya telah menguasai di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

Untuk Informasi serta medapatkan artikel menarik lainnya, silahkan kunjungi DISINI

More Services

Facebook  Twitter  Google+ Instagram Linkedin
Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Total Tayangan Halaman

Recent Comments

Menu

Sosial Media

Ads 468x60px

Followers

Featured Posts

Social Icons

artikel Terbaik

Daftar Blog Saya

Presiden Tahun 2019

Advertise Here

Follow on FaceBook

Postingan Populer

© 2013 DAPUNTA.NET. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.